Latar Belakang PT. Indra Karya

PT Indra Karya (Persero) yang sebelumnya bernama PN Indra Karya sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pemborongan didirikan melalui Peraturan Pemerintah No. 57 tahun 1961. Pada tahun 1972 menjadi Perusahaan Perseroan dengan akte notaris No. 108 tahun 1972.

Pada tahun 1978 Menteri Pekerjaan Umum selaku Kuasa Pemegang Saham telah mereorganisasi dan mengubah bidang usaha perusahaan ini menjadi perusahaan jasa konsultansi rekayasa (Engineering). Pada waktu itu, sebagai pijakan pertama dalam memasuki bidang usaha baru ini, telah dipilih bidang tenaga listrik dimana dalam segmen ini belum terjadi persaingan yang ketat.

Pada tahun 1981 Menteri Pekerjaan Umum telah melakukan usaha-usaha perkuatan terhadap perusahaan dalam rangka menunjang pengembangan industri konstruksi nasional. Perkuatan tersebut dilakukan dengan jalan mengalihkan sejumlah tenaga ahli, teknisi dan staf administrasi Proyek Induk Serbaguna Kali Brantas ke PT. Indra Karya.

Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah berupa tanah, gedung kantor, kendaraan, peralatan laboratorium, peralatan survai & investigasi, komputer dan lain-lain telah dilakukan sejak tahun 1981 tersebut. Sejak saat itu, bidang usaha PT. Indra Karya diperluas dengan pengembangan sumber daya air (dengan titik berat pada rekayasa bendungan-bendungan besar), pekerjaan survai dan investigasi serta manajemen dan ekonomi.

Walaupun pada tahun 1981 sudah mulai diperoleh proyek-proyek pembangunan sumber daya air di lingkungan Direktorat Jenderal Pengairan Departemen Pekerjaan Umum R.I., namun apabila ditinjau dari besarnya nilai kontrak, maka pekerjaan ketenaga listrikan masih dominan (85%). Perimbangan pasar ini pada akhirnya pada tahun 1987 cenderung terbalik dimana jumlah nilai kontrak di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum lebih besar (80%) dibandingkan dengan di PLN. Namun bukan berarti nilai kontrak di PLN mengalami kemerosotan.

Pada tahun 1982 PT. Indra Karya berhasil memenangkan pelelangan internasional (International Competitive Bidding) untuk proyek PLTA Sengguruh yang didanai oleh ADB dimana PT. Indra Karya bertindak sebagai konsultan utama (Lead firm). Proyek ini berjalan sampai dengan tahun 1989. Prestasi yang sama juga diperoleh pada tahun 1988, dimana PT. Indra Karya yang juga sebagai konsultan utama telah memenangkan pelelangan untuk dua buah proyek PLTA besar yang didanai oleh IBRD.

PT. Indra Karya (Persero) didirikan berdasarkan Akta Pendirian nomor 108 tertanggal 20 Desember 1972 yang kemudian diubah pada tahun 1998 dengan Akta Notaris No. 123 tanggal 31 Maret 1998, disyahkan oleh Menteri Kehakiman dengan SK No. C.871 HT.01.04 tanggal 11 Januari 1999, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia Tanggal 10 Oktober Tahun 2000 No. 81 dan dilakukan perubahan yang terakhir pada tahun 2013 dengan Akta Notaris No. 9 tanggal 28 Juni 2013 karena adanya penggantian Direksi berdasarkan Keputusan Menteri Negara BUMN No. SK-291/MBU/2013 tanggal 27 Juni 2013. PT. Indra Karya merupakan Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang usaha jasa Konsultan Enjinering.

Pada saat ini Persero PT. Indra Karya telah memiliki wilayah usaha yang berada di seluruh Indonesia yang dikelola oleh 5 (lima) Kantor Divisi yakni :

  1. Divisi Engineering I, dengan bidang usaha meliputi Perencanaan SDA
  2. Divisi Engineering II, dengan bidang usaha meliputi Supervisi SDA
  3. Divisi Engineering III, dengan bidang usaha meliputi Non SDA (Jalan dan Jembatan, Gedung dan Bangunan, Energi dan Lain-Lain)
  4. Divisi Survey dan Investigasi
  5. Divisi Usaha Khusus dan Investasi meliputi Procurement, Developer, Air Bersih dan Industri AMDK

Kata Pengantar Direktur Utama

PT. Indra Karya (Persero) adalah merupakan badan usaha milik Negara yang didirikan sejak tahun 1961. Pada awalnya beraktivitas sebagai Perusahaan Kontraktor. Pada tahun 1972 perusahaan yang berkembang secara dinamis dan Historitikal ini ditata ulang lini bisnisnya menjadi Konsultan Teknik dan Manajemen. Sejak itu , perusahaan tumbuh dan berkembang serta mampu membangun dirinya sebagai perusahaan Konsultan Teknik terkemuka di Indonesia dan telah terdaftar di WB, ADB, JBIC dan IDB serta telah dipercaya sebagai Lead Firm dari asosiasi konsultan untuk proyek-proyek yang didanai IBRD (proyek HEPP Musi dan Transmisi Jawa Tengah & Substation) dan ADB (HEPP Tanggari II dan Sengguruh HPP).

Dalam pengembangannya, PT. Indra Karya (Persero) memusatkan usahanya dalam bidang Pengembangan Sumber Daya Air dan Energi. Keberhasilan dalam mencapai tujuan dalam langkah awal, telah mendorong untuk melakukan perluasan bidang kegiatan lainnya: Bangunan Gedung dan Pabrik, Transportasi (jalan Tol, Jembatan, Pelabuhan, Bandara , Sarana dan Prasarana Kereta/LRT), Pemberdayaan Masyarakat, Perumahan Rakyat, Sanitasi, Air Limbah dan Drainase, Pengembangan Wilayah, Pengembangan Kawasan Industri/Tertentu sejalan dengan pembangunan di Indonesia saat ini.

PT. Indra Karya (Persero) telah berhasil menyelesaikan seluruh penugasan kontrak kerja yang di tangani secara profesional baik berdiri sendiri maupun bertindak sebagai Lead Firm KSO untuk proyek proyek APBN, Loan, BUMN dan Swasta sehingga berhasil tepat waktu, mutu, biaya, safety dan fungsinya karena didukung oleh sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan sejumlah 137 permanen staff dan 580 non permanen staff yang terdiri dari tenaga Teknik 485 Orang bersertifikat (SKA) dibidangnya , Non Teknik 232 orang. Selain itu PT. Indra Karya (Persero) juga memiliki Laboratorium Tanah milik sendiri, studio perencanaan terintegrasi, sistem monitoring pelaksanaan proyek online terintegrasi (EKPP), Standard Prosedur ISO 9001:2015, ISO 14001:2015 dan OHSAS 18001:2007 serta backup support para Profesional dibidangnya untuk menumbuhkan budaya second opinion atas produk yang dihasilkan oleh PT. Indra Karya (Persero).

Dalam rencana lima tahun kedepan PT. Indra Karya (Persero) akan melakukan perkuatan dan diversifikasi usaha menjadi KONSULTAN YANG DIPERLUAS yaitu perluasan bidang usaha sumber daya air dan energi (hulu-Tengah-Hilir), dengan demikian PT. Indra Karya (Persero) menjadi Engineering, Developer dan Industry. Kegiatan Engineering sebagai bagian hulu akan tetap menangani pekerjaan konsultansi yang digeluti selama ini. Kegiatan Developer sebagai bagian tengah akan bertindak sebagai pengembang atas waduk/embung /situ untuk pengelolaan air bersih, air limbah, energi, budidaya dan wisata. Kegiatan industri sebagai bagian Hilir menjalankan usaha Industrialisasi yaitu Air Minum dalam Kemasan (AMDK) dengan Merek dagang INFRESH dan Industri penyedia Air Bersih dengan sumber air sungai, waduk, air tanah, air laut untuk memenuhi kebutuhan Kawasan Khusus.

Harapan kami, Profil Perusahaan ini dapat menjadi salah satu sumber informasi yang bermanfaat bagi pengguna jasa dalam upaya melaksanakan program pembangunannnya. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas segala bantuan dan dukungan para Stakeholders dalam usaha kami mengembangkan PT. Indra Karya (Persero)

PT. INDRA KARYA (Persero)
Direktur Utama.