Transformasi Bisnis, Indra Karya Gunakan Hasil KPKU BUMN Sebagai Acuan

Jakarta, Bumntrack.com – Direktur Utama Indra Karya, Milfan Rantawi menyadari pentingnya bertransformasi menghadapi era disrupsi. Oleh karena itu, sudah menjadi komitmen jajaran manajemen untuk menggunakan hasil KPKU sebagai acuan guna merealisasikan tujuan dari visi dan misi korporat yang lebih baik lagi.

“Plan, Do, Cek & Action menjadi langkah awal dalam rangka transformasi dan menjadi komitmen bersama kita untuk membawa perusahaan ini ke depan,” kata Direktur Utama PT Indra Karya (Persero), Milfan Rantawi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (29/7).

Selain transformasi, pihaknya juga akan menindaklanjuti semua hasil dari asesmen KPKU, misalnya dengan melakukan transfer knowledge di lingkungan Indra Karya.

“Seluruh GM juga akan menyiapkan metode-metode transfer knowledge untuk menciptakan karyawan bukan sebagai pekerja saja tetapi sebagai inovator,” imbuhnya.

Terkait dengan assesmen, dirinya optimis predikat atau score yang diperoleh dari Tim KPKU BUMN tahun 2020 harus bisa ditingkatkan. Lead Asesor Asesmen KPKU BUMN Tahun 2019, Wibowo Suharyanto dari ex PT Petrokimia Gresik  menjelaskan, dasar pelaksanaan asesmen adalah terwujudnya BUMN sebagai agent of development yang besar, kuat dan lincah.

“Asesmen ini bertujuan untuk memotret kinerja organisasi secara keseluruhan dari sisi proses sampai dengan hasil. Selanjutnya Tim assesor akan memberikan feedback berupa opportunity for improvement bagi perusahaan untuk menyempurnakan praktek yang sudah dilakukan guna mencapai kinerja yang terbaik,” pungkasnya.

Sumber: https://bumntrack.com/berita/transformasi-bisnis-indra-karya-gunakan-hasil-kpku-bumn-sebagai-acuan

Indra Karya Dukung Optimalisasi Layanan Prima ASDP – Jasa Tirta II

PT Indra Karya (Persero) selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konsultan karya yang bergerak di sektor pengelolaan sumber daya air sepakat bersinergi dengan dua BUMN yakni PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Perum Jasa Tirta 2.

Sinergi ketiga BUMN itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Direktur Utama Indra Karya (Persero) Milfan Rantawi, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi, serta Direktur Utama Perum Jasa Tirta 2 U. Saefudin Noer di Cafe Synergi Lounge, Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (5/8/2019).

Penandatanganan MoU disaksikan Deputi Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Tri Hargo beserta jajaran Kementerian BUMN.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini membuka inisiasi kerjasama strategis terkait dengan pengelolaan air bersih, engineering, dan jasa konsultan lainnya yang cukup bagus untuk dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan akan layanan prima di masing-masing BUMN,” tutur Gatot.

Milfan Rantawi menyebut penandatanganan MoU ini merupakan awal untukdapat memulai kerjasama strategis dalam semangat sinergi BUMN.

“Beberapa pekerjaan yang akan kami kerjakan pada tahun ini bersama dengan ASDP lebih kepada pemenuhan penyediaan air bersih di seluruh lingkungan pelabuhan di wilayah kerja ASDP dan beberapa pekerjaan konsultan turunan lainnya yang akan kita optimalkan guna memberikan layanan terbaik dan memberikan nilai lebih atas kerjasama dari sinergi ini,” paparnya.

Milfan melanjutkan, untuk Jasa Tirta 2, nota kesepahaman akan dilanjutkan dengan kerjasama pada tahun ini juga terkait dengan beberapa pekerjaan seperti konsultan bidang perencana dan pengawasan konstruksi Sumber Daya Air, sertifikasi, modernisasi PLTA, dan kerjasama terkait optimalisasi sinergi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) antar Indra Karya dan Jasa Tirta 2, yakni Produk AMDK InFresh dan Jatiluhur.

Pada kesempatan yang sama, Ira Puspadewi berharap sinergi ini dapat meningkatkan kinerja bisnis kedua belah pihak, khususnya bagi ASDP dalam hal penyediaan air bersih demi terwujudnya layanan prima bagi pengguna jasa penyeberangan dan pelabuhan yang dikelola.

“Sinergi ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi bisnis masing-masing perseroan yang dilakukan dengan prinsip saling menguntungkan kedua belah pihak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antar BUMN memang harus selalu dilakukan karena setiap BUMN mempunyai potensi masing-masing yang dapat mengoptimalisasikan hasil bisnis sehingga diharapkan akan mampu membuat ketiga perusahaan menjadi lebih besar dan lebih baik.

“Sinergi BUMN merupakan strategi yang sangat baik untuk penguatan korporasi BUMN. Hari ini Jasa Tirta 2 menandatangani Memorandum of Collaboration dengan Indra Karya, tidak menutup kemungkinan kedepan bersama dengan ASDP juga melaksanakan kerja sama,” imbuh Saefudin.

Saefudin menjelaskan, Jasa Tirta 2 saat ini dalam proses transformasi perusahaan sehingga ke depan akan semakin banyak berkolaborasi dengan berbagai pihak dan khususnya sinergi BUMN.

Sumber: http://www.katta.id/news/2019/08/05/218/-sinergi-bumn-indra-karya-dukung-optimalisasi-layanan-prima-asdp—jasa-tirta-ii

Indra Karya dukung optimalisasi layanan ASDP dan Jasa Tirta II

PT Indra Karya (Persero) sebagai badan usaha milik negara (BUMN) konsultan karya yang bergerak di sektor pengelolaan sumber daya air bersinergi dengan dua BUMN lain yakni PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Perum Jasa Tirta 2 melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

“Penandatanganan nota kesepahaman ini membuka inisiasi kerja sama strategis terkait dengan pengelolaan air bersih, engineering, dan jasa konsultan lainnya yang cukup bagus untuk dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan akan layanan prima di masing-masing BUMN,” ujar Deputi Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Tri Hargo di Jakarta, Senin.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama Indra Karya Milfan Rantawi mengatakan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan awal untuk memulai kerja sama strategis dalam semangat sinergi BUMN.

“Beberapa pekerjaan yang akan kami kerjakan pada tahun ini bersama dengan ASDP lebih kepada pemenuhan penyediaan air bersih di seluruh lingkungan pelabuhan di wilayah kerja ASDP dan beberapa pekerjaan konsultan turunan lainnya yang akan kami optimalkan untuk memberikan layanan terbaik dan memberikan nilai lebih atas kerja sama dari sinergi ini, kata Milfan.

Bagi Jasa Tirta 2, penandatanganan nota kesepahaman ini akan dilanjutkan dengan kerja sama pada tahun ini juga terkait dengan beberapa pekerjaan di lingkungan Jasa Tirta 2 seperti konsultan bidang perencana dan pengawasan konstruksi Sumber Daya Air, sertifikasi, modernisasi PLTA, dan kerjasama terkait optimalisasi sinergi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) antar Indra Karya dan Jasa Tirta 2, yakni Produk AMDK InFresh dan Jatiluhur.

Sementara itu Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi menuturkan bahwa sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja bisnis kedua belah pihak, khususnya bagi ASDP dalam hal penyediaan air bersih demi terwujudnya layanan prima bagi pengguna jasa penyeberangan dan pelabuhan yang dikelola.

Sinergi ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi bisnis masing-masing perseroan yang dilakukan dengan prinsip saling menguntungkan kedua belah pihak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, kata Ira.

Sinergi antar BUMN memang harus selalu dilakukan karena setiap BUMN mempunyai potensi masing-masing yang dapat mengoptimalisasikan hasil bisnis dan diharapkan akan mampu membuat ketiga perusahaan menjadi lebih besar dan lebih baik.

U. Saefudin Noer selaku Direktur Utama Perum Jasa Tirta 2 menyampaikan bahwa sinergi BUMN merupakan strategi yang sangat baik untuk penguatan korporasi BUMN.

Hari ini Jasa Tirta 2 menandatangani Memorandum of Collaboration dengan Indra Karya, tidak menutup kemungkinan kedepan bersama dengan ASDP juga melaksanakan kerja sama. Jasa Tirta 2 saat ini dalam proses transformasi perusahaan sehingga ke depan akan semakin banyak berkolaborasi dengan berbagai pihak dan khususnya sinergi BUMN, ujarnya.

Sinergi ketiga BUMN ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang ditandatangani pada Senin (5/8) di Gedung Kementerian BUMN oleh Direktur Utama Indra Karya (Persero) Milfan Rantawi, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi, Direktur Utama Perum Jasa Tirta 2 U. Saefudin Noer, serta disaksikan oleh Deputi Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Tri Hargo beserta Jajaran Kementerian BUMN.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/994082/indra-karya-dukung-optimalisasi-layanan-asdp-dan-jasa-tirta-ii

Tingkatkan Bisnis, Indra Karya Gandeng 2 BUMN

PT Indra Karya (Persero) selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konsultan karya yang bergerak di sektor pengelolaan sumber daya air bersinergi dengan dua BUMN yakni PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Perum Jasa Tirta 2.

Sinergi ketiga BUMN ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang ditandatangani pada hari ini, Senin pagi (5/8) di Cafe Synergi Lounge, Gedung Kementerian BUMN oleh Direktur Utama Indra Karya (Persero) Milfan Rantawi, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi, Direktur Utama Perum Jasa Tirta 2 U. Saefudin Noer. Acara ini disaksikan oleh Deputi Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Tri Hargo.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini membuka inisiasi kerjasama strategis terkait dengan pengelolaan air bersih, engineering, dan jasa konsultan lainnya yang cukup bagus untuk dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan akan layanan prima di masing-masing BUMN,” tutur Gatot dalam keterangannya, Senin (5/8/2019).

Sumber: https://www.liputan6.com/bisnis/read/4029938/tingkatkan-bisnis-indra-karya-gandeng-2-bumn

Indra Karya Pacu Layanan ASDP dan Jasa Tirta II

PT Indra Karya (Persero) menjalin sinergi dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Perum Jasa Tirta 2 untuk pengelolaan air bersih, enjinering, dan jasa konsultan.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini membuka inisiasi kerja sama strategis terkait dengan pengelolaan air bersih, engineering, dan jasa konsultan lainnya yang cukup bagus untuk dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan akan layanan prima di masing-masing BUMN,” tutur Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi, dan Jasa Lainnya Kementerian BUMN Gatot Trihargo, Senin (5/8).

Di tempat yang sama, Direktur Utama Indra Karya Milfan Rantawi menuturkan, sinergi ini merupakan awal untuk perusahaan BUMN dapat memulai kerja sama strategis dalam semangat sinergi BUMN.

“Beberapa pekerjaan yang akan kami kerjakan pada tahun ini bersama dengan ASDP lebih kepada pemenuhan penyediaan air bersih di seluruh lingkungan pelabuhan di wilayah kerja ASDP dan beberapa pekerjaan konsultan turunan lainnya yang akan kita optimalkan guna memberikan layanan terbaik dan memberikan nilai lebih atas kerjasama dari sinergi ini,” tutur Milfan.

Untuk Jasa Tirta 2, ia bilang sinergi ini merupakan kelanjutan dari tahun lalu terkait dengan beberapa pekerjaan di lingkungan Jasa Tirta 2 seperti konsultan bidang perencana dan pengawasan konstruksi Sumber Daya Air, sertifikasi, modernisasi PLTA, dan kerjasama terkait optimalisasi sinergi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) antar Indra Karya dan Jasa Tirta 2, yakni Produk AMDK InFresh dan Jatiluhur.

Sementara, Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi berharap sinergi ini dapat meningkatkan kinerja bisnis kedua belah pihak, khususnya bagi ASDP dalam hal penyediaan air bersih demi terwujudnya layanan prima bagi pengguna jasa penyeberangan dan pelabuhan yang dikelola.

“Sinergi ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi bisnis masing-masing perseroan yang dilakukan dengan prinsip saling menguntungkan kedua belah pihak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Ira.

Menurutnya, sinergi antar BUMN memang harus selalu dilakukan karena setiap BUMN mempunyai potensi masing-masing yang dapat mengoptimalisasikan hasil bisnis dan diharapkan akan mampu membuat ketiga perusahaan menjadi lebih besar dan lebih baik.

Direktur Utama Jasa Tirta II, U. Saefudin Noer menyampaikan, sinergi BUMN merupakan strategi yang sangat baik untuk penguatan korporasi BUMN.

“Jasa Tirta II saat ini dalam proses transformasi perusahaan sehingga kedepan akan semakin banyak berkolaborasi dengan berbagai pihak dan khususnya sinergi BUMN,” urai Saefuddin.

Sumber: http://www.imq21.com/news/read/529837/20190805/130225/Indra-Karya-Pacu-Layanan-ASDP-dan-Jasa-Tirta-II.html

Indra Karya jalin komitmen bisnis dengan BUMN India

BUMN Indonesia PT Indra Karya (Persero) menjalin komitmen bisnis strategis dengan BUMN asal India Wapcos Limited untuk bersama-sama memperluas cakupan bisnis di Asia-Afrika Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Milfan Rantawi mengatakan bahwa saat ini Indra Karya dan Wapcos turut memperkuat hubungan antara Indonesia – India dengan menjalin hubungan bisnis sebagai mitra strategis pada beberapa proyek-proyek pengembangan sumber daya air (PSDA) di Indonesia.

Kami memenuhi undangan dari Wapcos Limited sebagai delegasi dari Indonesia, kami sebagai BUMN bersinergi menjalin kerja sama sebagai mitra strategis, ujar Milfan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Saat ini peluang pasar Asia – Afrika terbuka lebar, dengan 47 delegasi yang hadir ini diharapkan hubungan bisnis BUMN antar negara di bidang pengembangan sumberdaya air dan infrastruktur ini dapat menghasilkan sinergi yang saling menguntungkan dan memperkuat hubungan bisnis antar negara, terutama Indonesia – India.

Pertemuan ini juga membuka peluang bagi Indra Karya ke depan untuk melakukan perluasan pasar bersama Wapcos untuk menggarap beberapa proyek di wilayah Asia – Afrika seperti Bangladesh, Ghana, Nepal dan Papua Nugini.

Saat ini Indra Karya dengan Wapcos menggarap tiga proyek strategis nasional di mana Indra Karya sebagai lead nya dengan total nilai proyek sebesar Rp100 miliar, dengan komposisi presentase untuk Wapcos sekitar 15 persen. Ke depan, Indra Karya dan Wapcos akan memulai inisiasi penetrasi pasar di Bangladesh, Ghana, dan Papua Nugini.

Masing-masing negara mendapatkan kesempatan untuk presentasi terkait beberapa kerja sama strategis yang saat ini tengah berjalan bersama dua menteri dari pemerintahan India yakni Minister of Ministry Jal Shakti Gov. India (PU – India) Shri Gajendra Singh Shekhawat dan Minister State Ministry Jal Shakti and Ministry Social Justice and Empowerment Shri Rattan Lal Kataria.

Selain itu turut hadir pula pejabat tinggi India lainnya yakni Secretary Minister of Ministry Jal Shakti, Shri U.P Shingh dan salah seorang direksi yakni Chief and Managing Director (CMD) of Wapcos Limited Shri R.K Gupta dalam pertemuan tersebut.

Menteri Gajendra Singh mengatakan, Wapcos limited sebagai BUMN India dapat menjalin dan memperkuat kerja sama bisnis antar BUMN lintas negara seperti dengan Indonesia dan negara lainnya sebagai mitra strategis melalui jasa bisnis di bidang air, energi, dan Infrastruktur.

Melalui Wapcos, India memperkuat kerja sama bisnis dengan negara-negara sahabat dengan beberapa sektor pada 47 negara Asia – Afrika, seperti Afghanistan, Indonesia, Bhutan, Ghana, Nigeria, Malaysia, Singapura, Bangladesh.

Kerja sama bisnis lintas negara ini tidak lepas dari semangat yang diusung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Menteri BUMN Republik Indonesia Rini Soemarno yang menginginkan BUMN bergerak cepat mengantisipasi perubahan dengan meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan pada jasa.

Pewarta: Aji Cakti Editor: Royke Sinaga COPYRIGHT ANTARA 2019

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/933932/indra-karya-jalin-komitmen-bisnis-dengan-bumn-india

Indra Karya Gaet BUMN India untuk Ekspansi Bisnis ke Asia dan Afrika

PT Indra Karya (Persero) menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) India, yakni Water and Power Consultancy Services (Wapcos) Limited untuk memperluas bisnis di Asia-Afrika.

Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Milfan Rantawi menjelaskan, saat ini Indra Karya dan Wapcos turut memperkuat hubungan antara Indonesia-India dengan menjalin hubungan bisnis sebagai mitra strategis pada beberapa proyek Pengembangan Sumber Daya Air (PSDA) di Indonesia.

Kerjasama ini ke depan juga membuka peluang bagi Indra Karya untuk melakukan perluasan pasar bersama Wapcos, dengan menggarap beberapa proyek di wilayah Asia-Afrika seperti Bangladesh, Ghana, Nepal, dan Papua Nugini.

“Kami hadir dalam rangka memenuhi undangan dari Wapcos limited sebagai delegasi dari Indonesia, kami sebagai BUMN bersinergi bersama menjalin kerjasama sebagai mitra strategis. Saat ini peluang pasar Asia-Afrika sangat terbuka lebar,” tuturnya dal sebuah keterangan tertulis, Minggu (30/6/2019).

“Diharapkan hubungan bisnis BUMN antar negara di bidang pengembangan sumberdaya air dan infrastruktur ini dapat menghasilkan sinergi yang saling menguntungkan dan memperkuat hubungan bisnis antar negara, terutama Indonesia-India,” dia menambahkan.

Saat ini, Indra Karya bekerjasama dengan Wapcos menggarap 3 proyek strategis nasional. Indra Karya berperan sebagai lead proyek, di mana total nilai proyek pekerjaan keseluruhan sebesar Rp 100 miliar, dengan komposisi presentase untuk Wapcos sekitar 15 persen.

Nantinya, Indra Karya dan Wapcos akan memulai inisiasi penetrasi pasar di Bangladesh, Ghana, dan Papua Nugini. Relasi kerjasama bisnis ini pun diharapkan dapat memperkuat hubungan antar negara melalui kerjasama positif strategis dengan berbagi pengetahuan, penguatan alih teknologi, dan pengembangan usaha jasa-jasanya.

Sementara Menteri Negara untuk Pertanian India Gajendra Singh Shekhawat mengatakan, Wapcos Limited sebagai BUMN India dapat menjalin dan memperkuat kerjasama bisnis antar BUMN lintas negara, termasuk Indonesia, melalui jasa bisnis di bidang water, power, dan infrastructure.

“Melalui Wapcos, India menjalin dan memperkuat kerjasama bisnis dengan negara-negara sahabat dengan melakukan peran dan manfaat strategis di beberapa sektor pada 47 Negara Asia-Afrika. Seperti Afghanistan, Indonesia, Bhutan, Ghana, Nigeria, Malaysia, Singapura, Bangladesh, dan lainnya, melalui jasa water, power, dan infrastructure. Ini merupakan langkah strategis dan sangat baik bagi hubungan antar negara,” tuturnya.

Sumber: https://m.liputan6.com/bisnis/read/4001353/indra-karya-gaet-bumn-india-untuk-ekspansi-bisnis-ke-asia-dan-afrika

Perkuat Bisnis Indonesia-India, PT Indra Karya Jalin Kerjasama Dengan Wapcos

Foto : Penyerahan komitmen kerjasama BUMN lintas negara antara Indra Karya dan Wapcos di saksikan oleh 2 Menteri Pemerintahan India.

Dalam rangka mempererat hubungan kerjasama Indonesia-India, dua entitas usaha BUMN kedua negara kian memperkuat jalinan kerjasama bisnisnya. Mereka adalah PT Indra Karya (Persero) dari Indonesia dan Wapcos Limited dari India melakukan komitmen bisnis strategis untuk bersama memperluas cakupan bisnis di Asia-Afrika.

Di perhelatan acara 50 tahun Golden Jubillee of Wapcos Limited bersama Ministry of Jal Shakti The Government of India di Delhi pada Rabu-Kamis (25-26/6) ini, PT Indra Karya (Persero) mendapatkan undangan sebagai tamu kehormatan bersama 47 Delegasi Perwakilan Pemerintahan dan BUMN dari seluruh dunia.

Pada kesempatan ini, masing-masing negara mendapatkan kesempatan untuk presentasi delegasi meeting bersama 2 Menteri dari Pemerintahan India yakni Shri Gajendra Singh Shekhawat Misnister of Ministry Jal Shakti Gov. India (PU – India), Shri Rattan Lal Kataria Minister State Ministry Jal Shakti and Ministry Social Justice and Empowerment, Shri U.P Shingh Secretary Ministry of Ministry Jal Shakti dan Shri R.K Gupta Chief and Managing Director (CMD) of Wapcos Limited terkait dengan beberapa kerjasama strategis yang saat ini tengah berjalan.

Menteri Gajendra Singh mengatakan bahwa pertemuan ini merupakan pertemuan penting, dimana Wapcos limited sebagai BUMN India dapat menjalin dan memperkuat kerjasama bisnis antar BUMN lintas Negara seperti dengan Indonesia dan negara lainnya sebagai mitra strategis melalui jasa bisnis di bidang Water, Power, dan Infrastructure.

“Melalui Wapcos, India menjalin dan memperkuat kerjasama bisnis dengan negara-negara sahabat dengan melakukan peran dan manfaat strategis di beberapa sektor pada 47 Negara Asia- Afrika, seperti Afghanistan, Indonesia, Bhutan, Ghana, Nigeria, Malaysia, Singapura, Bangladesh, dan lainnya melalui jasa Water, Power, dan Infrastructure, dan hal ini adalah merupakan langkah strategis dan sangat baik bagi hubungan antar Negara,” jelasnya.

Di sela-sela perhelatan acara, Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Milfan Rantawi mengatakan bahwa kehadiran Indra Karya dalam perhelatan ini untuk memenuhi undangan dari Wapcos Limited pada perayaan Golden Jubillee di New Delhi, Milfan menjelaskan saat ini Indra Karya dan Wapcos turut memperkuat hubungan antara Indonesia-India dengan menjalin hubungan bisnis sebagai mitra strategis pada beberapa proyek-proyek pengembangan sumber daya air (PSDA) di Indonesia.

Selain itu pertemuan ini juga membuka peluang bagi Indra Karya kedepan untuk melakukan perluasan pasar bersama Wapcos untuk menginisiasi dalam menggarap beberapa proyek di wilayah Asia-Afrika seperti Bangladesh, Ghana, Nepal, dan Papua Nugini.

“Kami hadir dalam rangka memenuhi undangan dari Wapcos limited sebagai Delegasi dari Indonesia, kami sebagai BUMN bersinergi bersama menjalin kerjasama sebagai mitra strategis. saat ini peluang pasar Asia-Afrika sangat terbuka lebar, dengan 47 Delegasi yang hadir ini diharapkan hubungan bisnis BUMN antar negara di bidang pengembangan sumberdaya air dan Infrastruktur ini dapat menghasilkan sinergi yang saling menguntungkan dan memperkuat hubungan bisnis antar negara, terutama Indonesia–India,” ujar Milfan

“Saat ini Indra Karya bekerjasama dengan Wapcos menggarap 3 proyek strategis nasional dengan Indra Karya sebagai lead nya dengan total nilai proyek pekerjaan keseluruhan sebesar 100 milyar, dengan komposisi prosentase untuk Wapcos sekitar 15 persen, Ke depan, Indra Karya dan Wapcos akan memulai inisiasi penetrasi pasar di Bangladesh, Ghana, dan Papua Nugini, dan semoga kerjasama bisnis ini dapat pula memperkuat hubungan antar negara melalui kerjasama positif strategis melalui sharing knowledge, penguatan alih teknologi, dan pengembangan usaha jasa-jasanya,” tambahnya.

Kerjasama bisnis lintas negara ini tidak lepas dari semangat yang diusung oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN yang menginginkan BUMN untuk dapat bergerak cepat mengantisipasi Perubahan yang terjadi dengan meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan pada jasa-jasanya. Pada perhelatan ini turut hadir Menteri Energi dari Liberia, Menteri Finance dari Bhutan, Menteri Water Resource dari Afghanistan, Menteri Energi dari Ghana, Nigeria, dan Kamboja. (Tyo)

Sumber: http://samudranesia.id/perkuat-bisnis-indonesia-india-pt-indra-karya-jalin-kerjasama-dengan-wapcos-limited/

Indra Karya sasar bisnis air dari hulu ke hilir

Jakarta (ANTARA News) — Perusahaan konsultan di bidang konstruksi bendungan milik BUMN, PT Indra Karya (Persero), akan menyasar bisnis air dari hulu ke hilir. Menurut Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Milfan Rantawi, sebelumnya Indra Karya fokus pada bisnis hulu saja seperti, mengkaji potensi wilayah yang bisa dibuat bendungan, dan mengerjakan studi kelayakan terkait pembangunan bendungan.

Selama ini Indra Karya sudah melakukan kajian potensi terhadap wilayah-wilayah yang bisa dibangun bendungan. Kajian tersebut sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu. “Setelah melakukan kajian, biasanya kami akan naik ke studi kelayakan yang meliputi topografi, mengkaji bebatuan, tanah, dan meneliti apakah wilayah itu berpotensi gempa atau tidak,” terangnya.

Membangun bendungan, kata Milfan, memerlukan kajian yang mendalam. Pasalnya, bila terjadi kerusakan pada bendungan, maka akan berdampak besar terhadap lingkungan sekitar. “Untuk itu Indra Karya sangat berhati-hati dan teliti dalam melakukan kajian ini,” katanya.

Tak hanya menyasar industri air di hilir, Indra Karya juga akan menggali potensi bisnis di bagian tengah. Menurut Milfan, saat ini masih banyak perusahaan yang belum mengambil pasar ini. Industri air bagian tengah yang dimaksud Milfan adalah meliputi pengembalian fungsi situ dan waduk. “Dari pada membuat situ dan waduk baru, lebih baik memaksimalkan waduk dan situ yang sudah ada,” katanya.

Nantinya, waduk dan situ yang sudah menurun fungsinya, akan dimaksimalkan kembali oleh Indra Karya. “Saya mencontohkan begini, misalnya ada waduk yang tadinya bisa menampung air 100 juta meter kubik, berjalannya waktu waduk tersebut mulai menurun fungsinya dan hanya bisa menampung 60 juta meter kubik. Nah, Indra Karya bisa mengembalikan fungsi waduk itu, katakanlah menjadi 80 juta meter kubik,” jelasnya.

Selain bisa dikembalikan fungsinya, waduk dan situ tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk pariwisata. “Sebut saja pasar apung dan membangun taman di samping waduk dan situ. Dalam hal ini, Indra Karya bisa menjadi operator yang mengelola waduk dan situ tersebut. Inilah yang dimaksud bisnis di bagian tengah,” lanjutnya.

Terakhir di bagian hilir. Menurutnya, Indra Karya akan menyasar industri air minum dalam kemasan (AMDK). Caranya, Indra Karya tak akan membangun pabrik besar karena akan memakan biaya yang sangat tinggi. “Kami akan memanfaatkan titik-titik sumber air yang bisa dikelola secara maksimal,” katanya. Di situ, Indra Karya akan membangun pabrik skala kecil.

Bila produksi AMDK disebar di titik sumber air, maka kebutuhan air akan lebih mudah dan memangkas ongkos distribusi. “Saat ini kan tidak, misalnya sumber air di Bogor dan air minum tersebut dikirim ke Sumatra, maka akan memakan ongkos yang mahal,” tuturnya.

Mengenai investasi, nilai yang akan dikeluarkan di setiap titik pembuatan pabrik air bervariasi, tergantung lokasi dan besarnya wilayah. “Paling tidak investasinya mencapai Rp20 miliar sampai Rp80 miliar per titik,” tuturnya.

Untuk pabrik AMDK saat ini Indra Karya sudah membangun pabrik di Surabaya. Pembangunan pabrik tersebut berkerjasama dengan dua BUMN lainnya, anak usaha PT Pelindo II yaitu PT pelindo Energi Logistik (PEL) dan Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER). “Melalui sinergi BUMN ini, kami saling bahu-membahu untuk menciptakan bisnis yang lebih baik,” tutupnya.

 

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/777502/indra-karya-sasar-bisnis-air-dari-hulu-ke-hilir

Jadi Konsultan Pelabuhan Patimban, BUMN Ini Dapat 20 Persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Saat ini pemerintah sudah menandatangani kontrak jasa konsultan pembangunan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat. Salah satu perusahaan yang menjadi konsultan yaitu PT Indra Karya (Persero).  Direktur Utama Indra Karya Milfan Rantawi menjelaskan terdapat dua macam kontrak yang ada di proyek Pelabuhan Patimban. Kontrak tersebut yaitu untuk skala internasional dan nasional. 

“Jadi ada kontrak asing dan lokal. Kalau lokalnya saja kami mendapatkan mendapatkan porsi 20 persen dari total kontrak,” kata Milfan di Ruang Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kamis (22/11). 

Dia menjelaskan, dari 20 persen tersebut nilai kontraknya yaitu Rp 11,9 miliar. Sementara jika dari total kontrak keseluruhan atau internasional, Indra Karya mendapotkan porsi sembilan persen sebagai konsultan.

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhuungan (Kemenhub) Agus Purnomo mengatakan penandatanganan kontrak paket delapan sudah dilakukan. Penandatanganan paket tersebut dilakukan dengan perusahaan joint venture konsultan supervisi dan desain pada Senin (12/11).

Agus menjelaskan paket yang ditandatangani tersebut untuk jasa konsultansi supervisi dan desain Pelabuhan Patimbang. “Ini untuk pembangunan fasilitas pelabuhan untuk proyek Pembangunan Patimban tahap pertama,” kata Agus, Senin (13/11). 

Perusahaan konsultan Joint Venture pembangunan Pelabuhan Patimban tersebut terdiri dari tiga perusahaan Jepang. Ketiga perusahaan tersebut yaitu Oriental Consultan Global Co Ltd, Ides Inc, dan Nippon Koei Co Ltd. Selanjutnya ketiga perusahaan Jepang tersebut bekerja sama dengan tiga perusahaan konsultan Indonesia yaitu PT Raya Konsult, PT Rayasurverindo Tirtasarana, dan PT Indra Karya (Persero). 

Pembangunan Pelabuhan Patimban akan dilaksanakan dalam tiga tahap. Pada tahap pertama, Pelabuhan Patimban direncanakan akan dapat melayani sekitar 3,5 juta teus peti kemas dan 600 ribu kendaraan bermotor. Pada Tahap kedua, kapasitas pelayanan akan meningkat menjadi 5,5 juta teus dan pada tahap ketiga akan meningkat kembali hingga 7,5 juta teus.

 

Sumber: https://m.republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/18/11/23/pimvrd370-jadi-konsultan-pelabuhan-patimban-bumn-ini-dapat-porsi-20-p