Indra Karya Bidik Mengebor Tambang Freeport

PT Indra Karya (Persero) menyatakan, memiliki kemampuan mengebor tambang yang didukung oleh bisnis engineering yang digelutinya.

Oleh sebab itu, kita coba masuk PT Freeport Indonesia. Kok yang ngebor orang Amerika? Kenapa tidak kita yang mengebor?,” tutur Direktur Utama Milfan Rantawi di kantor Kementerian BUMN, Kamis (22/11).

Ia menambahkan, Indra Karya memiliki kompetensi di bidang engineering, developer air bersih, serta industri air minum. Saat ini, perseroan memiliki 88 proyek engineering di mana sekitar 60% di sektor keairan, 20% pembangkit listrik, serta 20% konstruksi.

“Komposisi terbesar penyumbang pendapatan masih bisnis konsultan sekitar 60%, 20% developer air bersih, dan 20% industri air minum dalam kemasan (AMDK),” ujarnya.

Pada semester I 2018, perseroan berhasil mengantongi laba sebesar Rp6,5 miliar dan pendapatan Rp97 miliar. Pada tahun ini, perusahaan yang bergerak di bidang konsultan diperluas ini menargetkan laba dan pendapatan masing-masing sekitar Rp11,2 miliar dan Rp165 miliar.

“Rencana perolehan tersebut meningkat signifikan dari capaian tahun sebelumnya di mana laba dan pendapatan tercatat Rp4,3 miliar dan Rp118 miliar,” tuturnya.

Sepanjang tahun ini, perseroan mencanangkan perolehan kontrak mencapai Rp426 miliar, dengan komposisi proyek luar negeri menguasai 75% dan perusahaan BUMN hanya 25%.

“Pada tahun depan, perseroan memproyeksikan pertumbuhan laba dan pendapatan sekitar 20%, dengan alokasi belanja modal sekitar Rp11 miliar di mana Rp7 miliar dialokasikan untuk membangun pabrik baru di Jakarta. Sumber belanja modal nantinya berasal dari kas internal,” urainya.

Ia menceritakan bahwa tiga tahun lalu perseroan baru lepas dari kredit macet yang berjumlah Rp12 miliar. Diperkirakan, perseroan akan mendapatkan pinjaman dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) untuk peningkatan produksi.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *