SINERGI BUMN DALAM PROGRAM PENCETAKAN SAWAH BARU
Jakarta, 26 Desember 2012

Pada tanggal 26 Desember 2012, Menteri BUMN Dahlan Iskan melaksanakan Rapat di kantor Pusat PT. Indra Karya (Persero) di Jakarta. Rapat dihadiri oleh para Direksi BUMN terkait dengan Program Pencetakan Sawah Baru di Kalimantan Barat antara lain PT. Sang Hyang Seri, PT. Pertani, Perum Bulog, PT. Hutama Karya, PT. Brantas Abipraya, PT. Indra Karya, PT. Yodya Karya, PT. Batan Teknologi dan PT. Pupuk Indonesia.

Proyek Pencetakan Sawah Baru tahap pertama direncanakan seluas 10.000 Ha dalam jangka waktu 3 bulan yang dimulai pada bulan januari 2013. Penanggung jawab proyek itu adalah PT. Sang Hyang Seri (SHS). Dirutnya, Kaharuddin, sudah bertekad SHS yang selama ini hanya menangani benih harus menjadi BUMN pangan yang besar. Selama ini, PT. SHS dan juga BUMN pangan lainnya seperti PT. Pertani terlalu kecil untuk bisa diandalkan sebagai BUMN pangan bagi sebuah negara agraris yang sangat besar seperti Indonesia.

Dengan menggarap sawah baru ini, PT. SHS mengalami transformasi besar-besaran. Kini SHS tidak hanya memikirkan benih, tapi sekaligus menanamnya. Tentu SHS tidak akan mampu menyiapkannya sendirian. Sebanyak "12 samurai" yang tergabung dalam Sinergi BUMN Peduli ikut mendorongnya dari belakang.

Ada yang membantu teknologi (seperti PT Batantekno dan PT Pupuk Indonesia), ada juga yang ambil bagian untuk land clearing dan penyiapan lahan (PT. Hutama Karya, PT. Brantas Abipraya), konsultan perencanaan dan pengawasan (PT. Indra Karya dan PT. Yodya Karya). Selama ini, BUMN karya itu dikenal ahli dalam merencanakan dan membuat infrastruktur jalan dan pengairan.

PT. Brantas Abipraya sudah berpengalaman membuka sawah baru meski kecil-kecilan. "Kelas 1.000 hektaran," ujar Bambang Esti Marsono, Dirut Brantas. Bahkan, "Indra Karya pernah membuat perencanaan sawah 16.000 ha di luar negeri. Yakni, di Papua Nugini," kata Agus Widodo, Dirut PT. Indra Karya.

Copyright (c) www.indrakarya.co.id. All rights reserved.